top of page

Tante Nonton Bridget Jones's Baby

  • Jan 21, 2018
  • 3 min read

Haii, kesayangan Tante!mbuat hati senang aja. Sebenarnya, ga satu pun dari kita yang mood-nya beres akhir minggu ini. Tapi film ini berhasil menghibur kita.

You may call our choice is cheesy, but.. it’s all about balance. Sometimes you go for Interstellar kind of movie, other times you just need to lighten up!

Bridget Jones’s Baby jadi pilihan kita akhirnya (Tante Rani udah pernah nonton, Tante Atid belom nonton jadi nurut aja). Buat yang ngikutin film dan buku yang ditulis Helen Fielding ini, tentunya tahu gimana kehidupan Bridget. It’s close to our reality. At least for both of us.

Buat kamu yang belum nonton prekuelnya, kisah Bridget (Renee Zellweger) dimulai dua film sebelum film ini, saat umurnya 30-an, single, selalu berusaha menurunkan berat badan, perokok berat, kisah cintanya terombang-ambing diantara dua pria; playboy flamboyan Daniel Cleaver (Hugh Grant) dan pengacara sukses nan kaku Mark Darcy (if it reminds you of Pride & Prejudice, you are not wrong at all! Mark memang terinspirasi dari Mr. Darcy di Pride & Prejudice, dan Colin Firth juga berperan sebagai Mr. Darcy di Pride & Prejudice produksi BBC tahun 1995). Bridget menulis diary alias buku harian, kita sepanjang film akan melihat kehidupan Bridget berdasarkan catatan hariannya.

Film dibuka dengan kenyataan Bridget telah berpisah dari pujaan hati kami berdua, Mark Darcy yang sudah menikah dengan perempuan lain bernama Camilla. Bridget sudah di usia 40-an awal, tidak gemuk lagi, dan tidak punya pacar. Daniel Cleaver dinyatakan meninggal dalam kecelakan pesawat terbang dan jasadnya tidak ditemukan.

Di hari ulang tahunnya, semua sahabatnya sibuk dengan anak mereka dan Bridget harus sendirian di malam ulang tahunnya (TOO CLOSE TO REALITY!). Singkat cerita, Bridget akhirnya pergi dengan teman baiknya di kantor ke festival musik. Aaaand, Bridget was challenged to get laid with the first man she saw.

Dasar film. Laki pertama yang dia lihat Jack Qwant alias Patrick Dempsey aja gitu lho! Dan beberapa hari kemudian, Bridget bertemu lagi dengan Mark Darcy yang ternyata bercerai dari Camilla, lalu dia juga "ena-ena'" sama Mark (kenapa ya istilah jaman now begini amat?). Singkat cerita sekali lagi (biar pada ga ngantuk gitu), Bridget hamil tanpa tahu yang mana dari dua pria itu ayah si bayi (ini berkah apa musibah ya? Masalahnya dua-duanya mau sama Bridget, Jack Qwant ternyata milyarder..) Ok, this is too good to be true. But this is just perfect for mood booster.

Satu hal sih yang menarik dari cerita ini, ketika Mark mendapati kalau menurut hitung-hitungan diatas kertas (di aplikasi kencan yang dimiliki Jack tepatnya), Bridget jauh lebih cocok dengan Jack daripada dengan dia. Mark kaku kayak Kanebo kering, membosankan, ga bisa humor. Jack, tipikal bos start-up sukses masa kini, luwes, dan pastinya jauh lebih cocok dengan Bridget yang periang dan ceroboh tingkat dewa.

Jack bahkan meyakinkan Bridget berdasarkan kenyataan itu, kalau mereka pasti lebih baik bersama karena mereka cocok secara kepribadian. You know what Bridget said? " Falling in love doesn't happen on paper. Sometimes you love someone because he is not the same as you. And sometimes you love someone because it feels like home."

...... seandainya kalian bisa lihat reaksi muka Tante Atid pas adegan ini...

Manisku, kalian tidak bisa memilih dengan siapa kalian jatuh cinta. Tidak bisa mencari alasan kenapa kalian lebih mencintai seseorang yang bahasanya mirip program komputer daripada seseorang yang dandy dan pandai mengambil hati. Kenapa kalian lebih memilih menunggu seseorang yang lebih sering ada di seberang pulau daripada seseorang yang 24 jam bisa masakin kamu indomie kapan pun kamu mau.

Kenapa? Nyaman. Tidak bisa dibeli. Tidak bisa diganti. Tidak bisa dijelaskan. Dia adalah rumahmu. Tempat kamu pulang, bersandar, mengomel, marah, tertawa, dan tidak bisa dijelaskan dengan algoritma matematika manapun. Dia tidak mengeluhkan sifatmu yang terbalik seratus delapan puluh derajat. Tidaklah perlu hasil kuis kecocokan di situs mana pun. Dimana pun dia dan kamu berada, pastinya kamu selalu ingin pulang. Seberapa jauh waktu memisahkan, kamu akan selalu ingat rasanya di rumah.

We all trying to go home. To find the home. And I hope you have found your home. If not, I wish you to find him, or her, or anything you can call home, soon.

I'll see you sometimes next week. Mmuach.

Comments


FOLLOW ME

  • Black Facebook Icon
  • Black Twitter Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Pinterest Icon
  • Black YouTube Icon

STAY UPDATED

POPULAR POSTS

TAGS

© 2017 by Kata Tante. Proudly created with Wix.com

bottom of page