When Life Doesn't Go Right, Turn Left!
- Jul 20, 2020
- 3 min read

5 Tindakan Pertama Yang Harus Kamu Ambil Ketika Kenyataan Berbeda Dari Yang Kamu Harapkan
Hai kesayangan Tante!! Tante barus sempat nulis. Tante Rany dan Tante Atid, kita sedang melalui masa-masa sulit di kehidupan pribadi kita. Yah, namanya hidup, naik turun itu selalu ada. Dan kemarin kita butuh banyak waktu untuk melalui itu semua, sampai kita ada di titik pasrah, dan saatnya melangkah kembali. Belum semua masalah selesai, tapi berdiam diri juga tidak menyelesaikan masalah.
Ada yang bilang, masalah selalu ada jalan keluarnya. But, not everything that’s broken can be fixed.
Ada kalanya, ya kita harus menerima, kita kalah, semua tidak sesuai harapan, dipaksakan hanya akan menyakiti kita, saatnya menerima kenyataan, dan...
Agak berat nulisnya sekali ini.
Mau kita omongin atau simpan dalam hati, setiap orang pasti punya harapan dan rencana untuk mencapainya, Tante pun begitu. Ada yang berniat untuk segera mencari kerja di bidang yang diinginkan setelah lulus kuliah, tapi setelah ratusan lamaran, masih belum ada pekerjaan yang cocok. Ada yang dekat dengan seseorang sedemikian lama, kemudian kenyataan berkata lain (we feel you A LOT on that one, dear). Ada yang menikah dengan harapan untuk bersama selamanya, tapi kenyataannya perceraian terjadi sedemikian cepat. Dan masih banyak cerita-cerita lainnya.
Tante pun mengalami kesulitan untuk “deal with the situation”. Sekarang, kami tahu bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi situasi seperti ini. Tapi ketika situasi dimana kenyataan tidak sesuai dengan harapan, apa siy yang pertama kali harus kita lakukan?
1. Channel your negativity

Keluarkan deh rasa gagal itu dengan menggunakan mantra sebagai berikut: belum jodoh, mungkin gw akan lebih baik kalau tidak bersama dia, mungkin pekerjaan itu gak akan membawa hal yang positif buat gw, dll.
2. Intropeksi diri
Self-review itu penting dan sehat loh, misalnya apakah kamu menjawab pertanyaan2 interview sesuai dengan kompetensi yang diminta, apakah kamu terlalu “needy” sehingga hubungan kamu gagal, dsb. Beranilah mengakui kesalahan kamu. Caranya supaya tahu kekurangan kamu gimana? Itu loh, yang namanya hati kecil, yang suka ngomong berlawanan dengan apa yang kamu pikir atau kamu ucapkan. Hati kecil ga pernah bohong...
3. Talk to someone

Tante sangat anti dengan quote “simpan sendiri masalahmu”. Menurut Tante, penting dan sangatlah sehat buat setiap orang untuk berbicara dengan seseorang tentang masalahmu atau yang membebani dirimu. Bersikaplah terbuka karena orang lain yang kamu ajak bicara, melihat masalah kamu dari sudut pandang lain yang mungkin kamu tidak bisa melihatnya. Ada koridor yang harus kamu jaga juga. Don’t give too much details dan punya beberapa teman berdasarkan topik yang ingin kamu bicarakan. Tante punya teman2 yang berbeda ketika ada pertanyaan seputar karir, spiritualitas, cinta, atau sekedar ngalor-ngidul tentang netijen julid.
Dan... kalau memang semua terasa sangat berat, jangan merasa malu untuk meminta bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater. Kamu yang tahu batasan diri kamu. Ketika masalah memberimu psikosomatis, sakit-sakitan, emosi berlebihan, jangan berlarut-larut. GET HELP. Tidak ada yang memalukan dengan bantuan profesional. Sayangi diri kamu!
4. Make a plan

Kita tidak membicarakan perencanaan yang besar atau jangka panjang yah, tapi tentang “what are you going to do next after this period over”. Tante suka menggunakan media tulisan atau gambar untuk membuat rencana masa depan. Tulis apa yang jadi tujuan hidup kamu dan tulis dimana kamu berada sekarang. Diantara keduanya, tulislah apa saja yang harus kamu kembangkan dan lakukan dengan melihat apa yang sudah terjadi sebelumnya. Ingat kata Einstein, “insanity is doing the same thing over and over again expecting different result”. Jadi kalau di masa lampau mencari pasangan lewat Tinder tidak berhasil, mungkin saatnya mencoba cara lain. Seperti ikut open trip, dan bertemu banyak orang baru. Who knows?
5. Don’t look back, you’re not going that way!

Nah, kalo kamu sudah membuat semua rencana “what’s next” kamu, jangan diingat-ingat lagi yang masa lalu. Kita sudah menuliskan perbaikan yang akan kita lakukan dan mari fokus ke masa depan. Kalau yang kemarin harus gagal atau berakhir, berarti memang tidak perlu di tengok lagi. Karena jujur saja, menurut Tante itu hanya membuang waktu. Umur gak makin muda, kalo kebanyakan menoleh ke belakang, gak sampe-sampe deh ke Mount Everest (bikin cita-cita harus tinggi loh! Kalau cetek namanya nyemplung ke kali).
Maju bukan pilihan, tapi keharusan. Karena detik tidak pernah berhenti, begitu juga kamu. Tarik nafas dulu boleh, istirahat dulu, ga apa-apa. Tapi jangan pernah berpikir ini adalah sebuah akhir selama kamu masih hidup. NO.
Kamu percaya ga, kita nulis begini sebenarnya kita juga lagi ngomong sama diri kita sendiri, hehehehe… Kami berdua juga cuma manusia biasa, yang juga sering gagal, sering terbentur masalah, sering benjol dan nangis-nangis, tapi kita berdua saling menyemangati. Dari situ kita belajar, kita selalu butuh energi positif, empati, kata-kata positif, dan, menularkan energi positif tadi.
Supaya kamu yang membaca ini, yang mungkin sedang dalam masalah, sedang sedih, kehilangan, tahu kalau kamu tidak sendiri, dan selalu ada kesempatan untuk kamu selama waktu masih dititipkan semesta kepadamu.


Comments